
| Rating: | ★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Science Fiction & Fantasy |
Bagi gw, sebenernya nggak ada yang begitu special di film ini, ya terlepas dari berhasilnya film ini membuat gw terenyuh di satu scene hingga sempat hampir menitikkan air mata dan ada beberapa scene yang bikin merinding. Yang spesial dari film bagi gw hanya terletak pada special effect-nya yang sangat-sangat menakjubkan, itu saja. Selebihnya, beberapa cast atau pemain yang mmm... sorry to say... mainnya biasa-biasa aja...
Cek dulu yuk sinopsisnya:
Cerita film berawal di tahun 2009, ketika Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), seorang ilmuwan Amerika menemukan sebuah ledakan besar di permukaan matahari yang tiba-tiba membuat temperatur di bumi meningkat secara drastis. Laporan tersebut dikemukakan kepada Presiden Amerika untuk kemudian di tahun 2010 dibuat sebuah sarana evakuasi besar-besaran yang melibatkan ribuan milyuner di seluruh dunia untuk membiayainya.
Di tahun 2012, Jackson Curtis (John Cusack), seorang penulis yang berubah haluan menjadi supir Limousine mengajak kedua mantan anaknya untuk pergi berlibur ke Yellowstone, sebuah pegunungan yang masih aktif di Amerika. Dari situlah Curtis mengetahui banyak hal mengenai sebuah bencana besar di 2012 termasuk sebuah bahtera raksasa yang dirancang agar selamat dari bencana besar tersebut.

Dari situlah berbagai petualangan dimulai, hingga akhirnya Curtis dan yang lain menemukan pangkalan tempat bahtera raksasa tersebut disimpan.
Jika ingin dikatakan, film yang terinspirasi dari peristiwa kapal Nabi Nuh yang selamat dari tenggelamnya daratan oleh banjir besar ini mungkin masih belum bisa gw katakan prima, masih ada beberapa elemen yang belum bisa dieksekusi dengan maksimal.

Notes:
- Cast atau pemain-pemainnya belum bisa maksimal memerankan tokoh-tokoh dalam karakter ini... pengecualian diberikan kepada Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor) dengan akting primanya yang tiba-tiba mengingatkan gw pada aktor2 sekelas Will Smith.
- Sejak gw menonton film Twister bertahun2 yang lalu, konflik perceraian yang menjadi bahan di sebuah film disaster menjadi sangat biasa, makanya gw agak-agak males untuk melihat konflik seperti ini lagi di sebuah film bergenre sama.
- Hampir di beberapa scene, terselip adegan2 bercanda yang menurut gw kurang relevan aja sama ide awal film ini yang "serius"
- Film ini masih cenderung tergolong film keluarga, jadi ya alurnya biasa2 aja... nothing special...
- Film ini adalah Happy Ending... ga tau kenapa gw benci banget sama film dengan akhiran "Happy Ending"
Sebenernya masih banyak yang mau gw tulis di sini, tapi biar ga kepanjangan, cukup sekian aja review dari gw. Salut buat euphoria film ini yang berhasil bikin gw penasaran untuk nonton.. dan bela2in beli tiket siang-siang untuk nonton di malam harinya... di pemutaran hari pertama... hohoho...